Pasal 1. Pentingnya Sekolah Rumah Tangga

Pendidikan dimulai di rumah tangga. Di dalam rumah tanggalah pendidikan anak harus dimulai. Disinilah sekolahnya yang pertama. Di sini, dengan orang tua sebagai guru, ia harus mempelajari pelajaran-pelajaran yang harus menuntun dia sepanjang umur hidupnya, pelajaran tentang sikap hormat, penurutan, dan pengendalian diri. Pengaruh pendidikan rumah tangga adalah satu kuasa yang besar bagi yang baik atau yang jahat. Semuanya itu di dalam banyak hal terjadi dengan diam diam dan lambat, tetapi jikalau digunakan untuk yang benar, semuanya itu akan merupakan suatu kuasa yang meluas bagi kebenaran. Jikalau anak tidak dididik dengan benar disini, Setan akan mendidiknya melalui alat-alat pilihannya. Dengan demikian, betapa pentingnya sekolah rumah tagga itu!

Di sinilah fondasi diletakkan. Diatas bahu semua orang tua terletak tanggung jawab untuk memberikan pendidikan jasmani, mental dan rohani. Haruslah menjadi tujuan setiap orang tua untuk mengembangkan di dalam diri anaknya satu tabiat yang seimbang dan simetris. Ini bukanlah suatu pekerjaan yang kurang penting -satu pekerjaan yang menuntut pemikiran dan doa yang sungguh-sungguh serta usaha yang sabar dan tekun. Sebuah dasar yang benar harus diletakkan, sebuah kerangka, yang kuat dan teguh, harus didirikan; dan kemudian pekerjaan membangun, menghaluskan, menyempurnakan, harus berlangsung terus hari demi hari.

Jangan berikan sesuatu kepada anak kecuali hak ini. Hai para orang tua, ingatlah bahwa rumah tanggamu adalah sebuah sekolah latihan, di mana nak-anakmu harus disediakan untuk rumah yang di atas. Lebih baik mereka tidak memperoleh sesuatu yang lainnya asalkan mereka mendapat pendidikan yang harus mereka terima pada tahun-tahun permulaan kehidupan mereka. Jangan ada kata-kata yang kasar. Ajar anak-anakmu menjadi baik hati dan sabar. Ajar mereka untuk memikirkan kepentingan orang lain. Dengan demikian engkau sedang menyediakan mereka untuk pelayanan yang lebih tinggi dalam perkara-perkara keagamaan.

Rumah tangga haruslah menjadi satu sekolah persipan, di mana anak-anak dan orang-orang muda bisa dijadikan layak untuk melayani Guru itu, sebagai persiapan untuk mengikuti sekolah yang lebih tinggi didalam kerajaan Allah.

Bukan satu soal yang remeh. Janganlah pendidikan rumah tangga dianggap sebagai soal yang remeh. Ini menempati tempat yang paling utama di dalam segala pendidikan yang benar. Para ibu dan bapa telah mempercayakan kepada diri mereka sendiri tugas untuk membentuk pikiran anak-anak mereka.

Betapa mengejutkan peribahasa ini,” Apabila ranting dibengkokkan, maka pohon itupun ikut bengkok.” Hal ini harus diterapkan kepada pendidikan anak-anak kita. Para orang tua, maukah engkau mengingat bhwa pendidikan anak-anakmu dari sejak tahun-tahun pertama kehidupan mereka itu telah dipercayakan kepadamu sebagai satu tugas yang suci? Pohon-pohon yang masih muda ini harus dididik dengan lemah lembut, agar mereka bisa ditanam dalam taman Allah. Bagaimanapun juga pendidikan rumah tangga jangan sampai diabaikan. Mereka yang melalaikannya sedang mellaikan tugas keagamaan.

Luasnya cakupan Pendidikan Tumah Tangga. Pendidikan rumah tangga berarti banyak. Ini merupakan sesuatu yang mempunyai cakupan yang luas. Abraham disebut sebagai orang yang percaya. Di antara perkara-perkara yang telah menjadikan dia sebagai suatu teladan yang menonjol dalam hal kesalehan adalah penurutan  yang ketat yang diadakan di dalam rumah tangganya terhadap hukum-hukum Allah. Ia memupuk agama dalam rumah tangga. Ia yang melihat pendidikan yang diberikan di dalam setiap rumah tangga, dan yang mengukur pengaruh daripada pendidikna ini, berkata,” Sebab Aku telah memilih dia, supaya diperintahkannya kepada anak-anaknya dan kepada keturunannya supaya tetap hidup menurut jalan yang ditunjjukan Tuhan, dengan melakukan kebenaran dan keadilan.

Allah telah memerintahkan bangsa Ibrani supaya mengajar anak-anak mereka tentang segala tuntutan-Nya, menjadikan mereka untuk mengerti akan segala perlakuan-Nya terhadap bangsa mereka. Rumah tangga dan sekolah adalh satu. Gantinya bibir yang asing, para ibu dan bapa yang penuh kasih harus memberikan petunjuk-petunjuk kepada anak-anak mereka.

Pemikiran tentang Allah dihubungkan dengan segala peristiwa sehari-hari di dalam rumah tangga. Perbuatan Allah yang hebat dalam membebaskan umat-Nya diceritakan kembali dengan menarik dan dengan sikap yang penuh rasa hormat. Kebenaran-kebenaran agung tentang pimpinan Allah dan kehidupan di masa yang akan datang ditanamkan di dalam pikiran yang masih muda itu. Pikiran itupun menjadi biasa dengan perkara yang benar, yang baik dan yang indah.

Dengan menggunakan gambar-gambar dan lambang, pelajaran-pelajaran yang diberikan itu memperoleh gambarannya, dan dengan demikian itu lebih tertanam di dalam ingatan mereka. Melalui imajinasi yang dihidupkan ini anak itu, mulai dari masa bayi, dibawa ke dalam rahasia-rahasia, hikmat dan pengharapan leluhurnya, dan menuntun di dalam satu jalan pemikiran dan perasaan dan sikap menunggu, yang menjangkau perkara-perkara yang ada di seberang hal-hal yang kelihatan dan fana kepada hal-hal yang tidak kelihatan dan baka.

Ini merupakan pendahuluan dan persiapan untuk sekolah biasa.- Pekerjaan orang tua  mendahului pekerjaan guru. Mereka mempunyai sekolah rumah tangga – tingkat yang pertama. Jikalau mereka berusaha dengan seksama dan disertai doa untuk mengetahui dan melakukan tugas mereka untuk memasuki sekolah tingkatan kedua- untuk menerima petunjuk dari guru.

Ini membentuk tabiat. Rumah tangga dapat menjadi sebuah sekolah dimana tabiat anak-anak benar-benar dibentuk menurut pola sebuah istana.

Pendidikan di dalam rumah tangga di Nazaret. Yesus memperoleh pendidikannya di dalam rumah tangga. Ibu-Nya adalah guru manusia-Nya yang pertama. Dari bibirnya, dan dari gulungan kitab nabi-nabi, Ia telah mempelajari perkara-perkara surga. Ia hidup di dalam sebuah rumah tangga yang sederhana dan dengan setia dan senang hati mengambil bagian untuk memikul beban rumah tangga. Ia yang menjadi pemerintah surga telah rela menjadi seorang hamba, seorang anak yang penuh kasih dan penurutan. Ia mempelajari suatu ketrampilan, dan dengan tangan–Nya sendiri bekerja di bengkel pertukangan kayu bersama dengan Yusuf.

About dombacilik

Saya adalah seorang Ibu rumah tangga, Ibu gembala, hamba Tuhan yang tergerak untuk melayani para "domba cilik" agar semakin cinta dan akrab dengan Tuhan Yesus Kristus.

Posted on April 28, 2014, in Roh Nubuat, Seri Membina Keluarga and tagged . Bookmark the permalink. Tinggalkan komentar.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: