Pasal 2. Orangtua adalah Guru yang Pertama

Orang tua harus mengerti tanggung jawab mereka. Ibu dan bapa harus menjadi guru-guru yang pertama bagi anak-anak mereka.

     Para bapa dan ibu perlu memahami tanggung jawab mereka. Dunia ini penuh dengan jerat bagi kaki-kaki orang muda. Banyak orang tertarik oleh satu kehidupan yang mementingkan diri dan kepelesiran yang penuh hawa nafsu. Mereka tidak dapat melihat adanya bahaya-bahaya yang tersembunyi ataupun akhir yang menakutkan dari jalan yang kepada mereka kelihatannya seperti jalan kebahagiaan.

     Melalui pemanjaan selera dan nafsu, tenaga mereka diboroskan, dan jutaan manusia binasa bagi dunia ini dan dunia yang akan datang. Para orangtua harus mengingat bahwa anak-anak mereka harus menghadapi segala godaan ini. Sebelum anak itu dilahirkan, persiapan harus sudah dimulai yang akan menyanggupkan dia untuk menghadapi peperangan melawan kejahatan dengan berhasil.

     Lebih daripada hikmat manusia dibutuhkan oleh orangtua pada setiap langkah, agar mereka dapat mengerti bagaimana mendidik a-anak mereka dengan sebaik-baiknya untuk kehidupan yang berguna dan berbahagia sekarang ini, dan untuk pelayanan yang lebih tinggi dan kebahagiaan yang lebih besar di akhirat nanti.

Pendidikan anak adalah satu bagian yang penting dalam rencana Allah. Pendidikan anak merupakan suatu bagian yang penting dari rencana Allah untuk menunjukkan kuasa Kekristenan. Satu tanggung jawab yang khidmat terletak di atas bahu para orangtua untuk mendidik anak-anak mereka sedemikian rupa sehingga bilamana mereka terjun ke dalam dunia ini, mereka akan berbuat yang baik dan bukan yang jahat kepada orang-orang yang bergaul dengan mereka.

     Para orangtua janganlah menganggap remeh pekerjaan mendidik anak-anak mereka, atau melalaikannya dengan alasan apapun. Mereka harus menggunakan banyak waktu dalam mempelajari dengan saksama hukum yang mengatur kehidupan kita ini. Mereka harus menjadikannya sebagai tujuan yang utama untuk memahami cara memperlakukan anak-anak mereka dengan sepatutnya, agar mereka dapat mengembangkan suatu pikiran yang sehat di dalam tubuh yang sehat.

     Banyak yang mengaku sebagai pengikut Tuhan telah mengabaikan tugas-tugas rumah tangga dengan cara yang menyedihkan; mereka tidak menyadari suci dan pentingnya tugas yang telah diletakkan Allah di dalam tangan mereka, untuk membentuk tabiat anak-anak mereka sedemikian rupa agar mereka memiliki kekuatan akhlak untuk melawan banyak godaan yang bisa menjerat kaki orang muda.

Kerjasama dengan Allah itu perlu. Yesus tidak meminta kepada Allah agar memindahkan murid-murid-Nya dari dalam dunia ini, melainkan untuk memeliharakan mereka dari kejahatan yang ada di dalam dunia ini, untuk memeliharakan mereka agar jangan menyerah kepada penggodaan yang akan mereka hadapi dari segala penjuru. Doa seperti ini harus diucapkan oleh para bapa dan ibu bagi anak-anak mereka. Tetapi akankah mereka berdoa kepada Allah, dan kemudian membiarkan anak-anak mereka berbuat sesuka hatinya? Allah tidak dapat menjaga anak-anak dari kejahatan jikalau orangtua tidak bekerjasama dengan Dia. Dengan penuh keberanian dan kesukaan orangtua harus melakukan tugas mereka, dan terus melaksanakannya dengan usaha yang tidak mengenal lelah.

     Jikalau orangtua mau merasa bahwa mereka tidak pernah dibebaskan dari beban mereka untuk mendidik dan melatih anak-anak mereka bagi Allah, jikalau mereka mau melakukan pekerjaan mereka dengan iman, sambil bekerjasama dengan Allah melalui doa yang tekun dan usaha yang sungguh-sungguh, maka mereka akan berhasil membawa anak-anak mereka kepada Tuhan.

Bagaimana Sepasang Suami-istri Memenuhi Tanggung Jawab Mereka. Seorang malaikat dari surga telah datang untuk memberikan petunjuk kepada Zakharia dan Elisabet bagaimana mereka harus melatih dan mendidik anak mereka, sehingga mereka dapat bekerja sesuai dengan Allah dalam menyediakan seorang pesuruh untuk memberitakan kedatangan Yesus. Sebagai orangtua mereka harus dengan setia bekerja sama dengan Allah dalam membentuk satu tabiat di dalam diri Yohanes yang akan menjadikan dia layak untuk melaksanakan bagian yang telah ditetapkan Allah baginya sebagai seorang pekerja yang sanggup.

     Yohanes adalah anak yang lahir pada masa tua mereka, ia adalah seorang anak mukjizat, dan orangtua itu bisa saja berpikir bahwa ia mempunyai satu tugas istimewa yang harus dilakukannya bagi Tuhan, dan Tuhan akan memelihara dia. Tetapi orangtua itu tidaklah berpikir demikian, mereka pindah ke satu tempat yang terpencil di negeri itu, di mana anak mereka tidak akan terbuka kepada penggodaan-penggodaan yang ada di dalam kota besar, atau terpengaruh untuk menyimpang dari nasihat dan petunjuk yang mereka berikan kepadanya sebagai orangtua. Mereka melaksanakan bagian mereka di dalam mengembangkan suatu tabiat di dalam diri anak itu yang di dalam segala hal akan memenuhi tujuan yang telah ditetapkan Allah dalam hidupnya… Dengan khidmat mereka laksanakan tanggung jawab mereka.

Anggaplah Anak-anak Sebagai Sesuatu yang Dipercayakan. Para orangtua harus menganggap anak-anak mereka sebagai sesuatu yang dipercayakan Allah kepada mereka untuk dididik bagi kekeluargaan yang di surga. Didik mereka di dalam takut dan kasih akan Allah; oleh karena “takut akan Allah itu adalah permulaan daripada hikmat.”

     Mereka yang setia kepada Allah akan mewakili Dia di dalam kehidupan rumah tangga. Mereka akan menganggap pendidikan anak-anak mereka sebagai suatu tugas yang suci, yang telah dipercayakan kepada mereka oleh Yang Mahatinggi.

Orang Tua Harus Memenuhi Syarat Sebagai Guru Rohani. Pekerjaan orag tua, yang amat berarti itu, sangat diabaikan. Bangunlah, hai orang tua, dari tidur rohanimu itu, dan ingatlah bahwa pengajaran yang pertama yang diterima oleh anak-anak haruslah diberikan kepadanya melalui engkau. Engkau harus mengajar anak-anakmu yang masih kecil untuk mengenal Tuhan. Pekerjaan ini harus kamu mulai sebelum setm menaburkan benih-benihnya dalam hati mereka. Tuhan memanggil anak-anak, dan mereka harus dituntun supaya datang kepada-Nya, dididik didalam kebiasaan yang rajin, rapi dan teratur. Ini adalah disiplin yang dikehendaki Tuhan supaya diterima oleh mereka.

     Dosa akan ada dihadapan orang tua kecuali mereka berusaha menjadikan diri mereka sanggup untuk menjadi guru-guru rohani yang bijaksana dan selamat.

Persatuan di antara Orang Tua Perlu. Suami dan istri harus bersatu dengan erat sekali di dalam pekerjaan mereka disekolah rumah tangga. Mereka harus lemah lembut dan berhati hati di dalam kata-kata mereka, agar jangan mereka membuka pintu penggodaan yang dengannya setan akan masuk untuk memperoleh kemenangan demi kemenangan. Mereka harus manis budi dan sopan terhadap satu sama lain, sambil bertindak demikian rupa sehingga mereka dapat saling menghormati satu dengan yang lainnya. Yang satu harus  menolong yang yang lainnya untuk membawakan ke dalam rumah tangga suatu suasana yang menyenangkan dan baik. Mereka tidak boleh berselisih dihadapan anak-anak mereka. Martabat sebagai umat Tuhan harus selalu dijunjung tinggi.

Guru yang khusus Diberikan Kepada Setiap Anak. Ibu haruslah selalu berdiri di tempat yang terdepan di dalam pekerjaan untuk mendidik anak-anak, sementara tugas yang besar dan penting terletak di atas bahu bapa, maka ibu, oleh adanya hubungan yang terus-menerus dengan anak-anaknya, terutama sekali selama tahun-tahun permulaan masa hidup mereka, harus selalu menjadi guru dan teman mereka yang khusus.

Satu Pendidikan yang Lebih luas daripada Sekedar Petunjuk.  Para orangtua harus mempelajari pelajaran-pelajaran penurutan yang ketat kepada suara Allah, yang berkata-kata kepada mereka melalui Firman-Nya; dan apabila mereka mempelajari hal ini, mereka dapat mengajar anak-anak mereka untuk menghormati dan menurut baik dalam kata-kata atau perbuatan. Inilah pekerjaan yang harus selalu dilaksanakan di dalam rumah tangga. Me-reka yang melaksanakannya akan terangkat tinggi, sambil menyadari bahwa mereka harus juga mengangkat anak-anak mereka. Pendidikan ini berarti lebih dari pada sekedar petunjuk.

Pekerjaan yang Sembarangan Tidak Berkenan. Pekerjaan yang sembarangan di dalam rumah tangga tidak akan terlepas dari penga-matan di dalam penghukuman. Iman dan perbuatanharus digabungkan oleh para orang tua yang takut akan Tuhan. Sebagaimana Abraham memerintahkan rumah tangganya untuk menuruti dia, demikian pula mereka harus memerintah rumah tangga mereka untuk menuruti mereka. Ukuran yang harus ditegakan oleh setiap orangtua telah diberikan: “Mereka memelihara jalan Tuham.” Setiap jalan lain adalah satu jalan yang menuntun, bukan ke kota Allah, tetapi ke dalam tempat si pembinasa.

Biarlah Para OrangTua Memeriksa Kembali Pekerjaan Mereka.  Maukah para orangtua memeriksa kembali pekerjaan mereka dalam mendidik dan melatih anak-anak mereka, dan mempertimbangkan apakah mereka telah melaksanakan tugas mereka seluruhnnya di dalam pengharapan dan iman agar supaya anak-anak ini bisa menjadi satu mahkota kesukaan pada hari Tuhan? Sudahkah mereka berusaha demikian rupa demi kesejahteraan anak-anak mereka sehingga Tuhan dapat memandang kebawah dari surga dan oleh karunia Roh-Nya menyucikan usaha mereka? Para orang tua, adalah kesempatan bagimu untuk mempersiapkan anak-anakmu untuk menjadi satu manfaat yang paling tinggi di dalam hidup yang sekarang ini, dan untuk menikmati pada akhirnya kemuliaan kehidupan yang akan datang.

About dombacilik

Saya adalah seorang Ibu rumah tangga, Ibu gembala, hamba Tuhan yang tergerak untuk melayani para "domba cilik" agar semakin cinta dan akrab dengan Tuhan Yesus Kristus.

Posted on April 28, 2014, in Roh Nubuat, Seri Membina Keluarga and tagged . Bookmark the permalink. Tinggalkan komentar.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: